Blog

  • Pastikan Transparansi, Zabrina: Kualitas Emiten Kunci Pulihkan Kepercayaan Investor

    Pastikan Transparansi, Zabrina: Kualitas Emiten Kunci Pulihkan Kepercayaan Investor

    Transparansi dan tata kelola perusahaan menjadi faktor utama untuk mengembalikan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Zabrina Raissa, Head of Online Trading Ciptadana Sekuritas Asia, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

    Menurut Zabrina, fokus pasar tidak lagi semata pada jumlah perusahaan yang melantai, melainkan kualitas emiten yang memiliki fundamental dan tata kelola kuat.

    “Jadi kita harapkan betul bahwa di tahun 2026 kita enggak harap banyak company yang melantai tapi lebih ke kualitasnya itu sendiri. Bagaimana si company bisa punya tata kelola yang baik dan tentunya juga dengan tata kelola yang baik akan beriringan juga dengan fundamental dari si company tersebut,” ujar Zabrina.

    Dia menilai kepercayaan investor penting untuk menjaga daya tarik pasar modal bagi investor domestik maupun asing. Zabrina mengakui semester pertama 2026 adalah periode penuh tantangan bagi pasar saham Indonesia.

    “Kita perlu apresiasi juga IHSG kita sempat menyentuh all time high di Januari 2026, tapi sekarang justru pelan-pelan semakin mengalami penurunan,” katanya.

    MSCI dan Nilai Tukar Jadi Perhatian

    Zabrina menyebut salah satu perhatian investor saat ini adalah hasil evaluasi MSCI yang dijadwalkan diumumkan pada November. Meski Indonesia masih dikategorikan sebagai emerging market, ada ketidakpastian mengenai status tersebut ke depan.

    “Yang dinanti-nanti adalah dari MSCI, dari kondisi global yang memang kemarin infonya kita masih dipertahankan di emerging market tapi di November akan ada info terbaru apakah kita benar-benar stay ataupun justru diturunkan ke frontier market,” ujar Zabrina.

    Selain faktor global, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi sorotan. Meski demikian, Zabrina menyatakan optimisme bahwa pasar modal memiliki peluang untuk pulih sebagaimana pernah terjadi pada masa-masa krisis sebelumnya.

    “Kita harapkan yang terbaiklah untuk IHSG, harapannya menjadi kembali rebound dan juga kepercayaan investor asing dan dalam negeri kembali ke Indonesia,” katanya.

    Transparansi Dinilai Masih Kurang

    Zabrina menambahkan isu transparansi masih menjadi perhatian utama MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu perbandingan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

    “Transparansi ini juga yang selalu digaung-gaungkan dari MSCI karena dengan kondisi tersebut juga jadi salah satu concern di mana kalau di-compare ke South East Asian lainnya, Indonesia ini transparansinya dianggap tidak lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga lainnya,” katanya.

    Dia menyebut sejumlah perbaikan oleh regulator dan pelaku pasar sudah berada di jalur yang tepat, namun pasar masih menunggu katalis positif yang dapat mendukung pemulihan IHSG.

    “Harapannya USD IDR bisa menguat kembali dan juga fundamental ekonomi khususnya beberapa big banks dan juga company-company lainnya tentunya juga bisa melaporkan kinerja keuangannya yang baik sehingga ini jadi potensial growth catalyst lah untuk kembali lagi ke pasar modal Indonesia ini,” ujar Zabrina.

  • RUPST Setujui Susunan Baru Direksi, J Trust Bank Tegaskan Fokus Kualitas

    RUPST Setujui Susunan Baru Direksi, J Trust Bank Tegaskan Fokus Kualitas

    Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank JTrust Indonesia Tbk menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan dan sejumlah agenda korporasi lainnya. Keputusan itu diambil dalam upaya memperkuat tata kelola serta menjaga kualitas pertumbuhan bisnis.

    Pemegang saham menerima laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, persetujuan perubahan anggaran dasar, penunjukan akuntan publik, penetapan remunerasi pengurus, serta perubahan struktur direksi dan dewan komisaris.

    Direktur Utama Ritsuo Fukadai mengatakan RUPST merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk menjaga transparansi kepada investor publik sekaligus memperkuat implementasi prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

    Menanggapi tekanan industri dan kondisi makroekonomi sepanjang 2025 yang berdampak pada kinerja keuangan, perseroan memilih menjalankan strategi bisnis secara selektif. Prioritas diarahkan pada penguatan fundamental, kualitas portofolio, pengendalian internal, dan pengelolaan risiko yang terukur.

    “Kami memilih untuk tidak mengejar pertumbuhan secara agresif, melainkan memperkuat fondasi bisnis melalui tata kelola, pengendalian internal, kualitas aset, dan manajemen risiko yang lebih terukur. Bagi kami, pertumbuhan yang sehat harus dibangun secara prudent agar mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,”

    RUPST juga menyetujui perubahan anggaran dasar terkait masa jabatan anggota dewan komisaris yang diperpanjang dari tiga tahun menjadi empat tahun. Perubahan ini dimaksudkan untuk memperkuat kesinambungan fungsi pengawasan dewan komisaris dalam mengawal implementasi strategi bisnis dan pengelolaan risiko.

    Perubahan Pengurus

    Pemegang saham menyetujui berakhirnya masa jabatan R. Djoko Prayitno sebagai Direktur dan menyetujui pengangkatan Raja Pardede sebagai Direktur. Pengangkatan Raja Pardede akan berlaku efektif setelah yang bersangkutan lulus penilaian kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan serta memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Manajemen menyatakan perubahan susunan pengurus merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memperkuat kapasitas manajemen menghadapi kebutuhan bisnis, tata kelola, transformasi, dan pengelolaan risiko ke depan.

    Susunan Pengurus Saat Ini

    Dengan persetujuan RUPST, susunan direksi adalah sebagai berikut:

    • Direktur Utama: Ritsuo Fukadai
    • Wakil Direktur Utama: Masayoshi Kobayashi
    • Direktur: Felix I. Hartadi
    • Direktur: Helmi A. Hidayat
    • Direktur: Cho Won June
    • Direktur: Widjaja Hendra
    • Direktur: Raja Pardede* (*efektif setelah lulus penilaian OJK dan memenuhi ketentuan perundang-undangan)

    Susunan dewan komisaris sekarang tercatat sebagai berikut:

    • Komisaris Utama: Nobiru Adachi
    • Komisaris: Nobuiku Chiba
    • Komisaris Independen: Benny Siswanto
    • Komisaris Independen: Abdullah Firman Wibowo

    Perseroan juga menegaskan komitmen pada pembiayaan berkelanjutan melalui pengembangan pembiayaan hijau, program konservasi lingkungan, serta kegiatan tanggung jawab sosial yang berfokus pada pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

    Ritsuo Fukadai menambahkan dukungan pemegang saham, regulator, nasabah, dan karyawan menjadi modal penting bagi perseroan untuk melanjutkan agenda perbaikan. “Ke depan, kami akan menjaga disiplin eksekusi, memperkuat efisiensi, dan memastikan pertumbuhan bisnis tetap berada dalam koridor tata kelola serta manajemen risiko yang sehat,” ujarnya.

  • RI Pastikan Akses Pasar Eurasia Melalui Ratifikasi I-EAEU

    RI Pastikan Akses Pasar Eurasia Melalui Ratifikasi I-EAEU

    Pemerintah mendorong percepatan implementasi Perjanjian Perdagangan Indonesia–Eurasian Economic Union (I-EAEU) sebagai langkah memperkuat hubungan dagang dengan Belarus dan kawasan Eurasia.

    Langkah ini diharapkan mendorong peningkatan nilai perdagangan bilateral yang saat ini mencapai sekitar US$220 juta.

    Langkah Ratifikasi

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tren perdagangan antara Indonesia dan Belarus menunjukkan peningkatan seiring menguatnya hubungan ekonomi kedua negara.

    Airlangga menyebut proses ratifikasi perjanjian I-EAEU tengah berjalan di Indonesia, sementara Rusia dan Belarus telah lebih dahulu merampungkan ratifikasi mereka.

    “Perdagangan Indonesia dengan Belarus yang nilainya sekitar 220 juta dolar AS ini sudah meningkat. Sejak kita menandatangani I-EAEU dan kita berharap penandatanganan I-EAEU ini segera diratifikasi,” kata Airlangga dalam Forum Bisnis Indonesia-Belarus di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

    Airlangga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan surat kepada DPR sebagai bagian dari proses ratifikasi perjanjian tersebut.

    MoU Dan Potensi Ekspor

    Menurut Airlangga, implementasi I-EAEU akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia ke kawasan Eurasia, termasuk Belarus. Lebih dari 90 persen produk Indonesia akan memperoleh fasilitas bea masuk nol persen.

    Selain membuka peluang ekspor, kerja sama ekonomi juga diperkuat melalui kemitraan antar pelaku usaha. Pada pertemuan bilateral terbaru, 17 nota kesepahaman business to business disaksikan oleh kedua pemerintah sebagai tindak lanjut kerja sama.

    Airlangga menilai komitmen Belarus terlihat dari intensitas komunikasi kedua negara. Setelah menggelar Joint Commission Meeting di Belarus pada Mei 2026, delegasi Belarus kembali mengunjungi Indonesia dalam waktu kurang dari satu bulan.

    Indonesia dan Belarus juga telah menyepakati peta jalan kerja sama ekonomi yang mencakup sektor perdagangan, investasi, industri, pertanian, hingga teknologi. Kedua negara berharap implementasi I-EAEU menjadi katalis peningkatan volume perdagangan dan investasi bilateral dalam beberapa tahun mendatang.

    “Belum satu bulan mereka sudah hadir kembali dan mereka sangat berharap Indonesia bisa meningkatkan baik investasi maupun perdagangannya,” ujar Airlangga.

  • Presiden Jerman Desak Reformasi Total PBB, Peringatkan Ancaman Terhadap Tatanan Global

    Presiden Jerman Desak Reformasi Total PBB, Peringatkan Ancaman Terhadap Tatanan Global

    Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier memperingatkan bahwa tatanan global yang berlandaskan hukum internasional tengah menghadapi tekanan berat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Menanggapi kondisi itu, ia mendesak komitmen global baru untuk memperkuat kerja sama multilateral dan melakukan reformasi total terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Saat membuka Konferensi Keberlanjutan Hamburg, Steinmeier menyatakan dunia memasuki fase kritis di mana norma-norma internasional yang telah bertahan selama beberapa dekade kini terancam runtuh.

    “Kita hidup di zaman ketika aturan internasional yang telah membimbing kita selama beberapa dekade terancam; saat beberapa negara kuat tidak lagi mematuhi aturan ini dan dengan berani melanggarnya ketika menghalangi kepentingan kekuasaan mereka sendiri,” ujar Steinmeier.

    Dominasi Politik Kekuatan Mentah

    Menurut Steinmeier, panggung politik global semakin didominasi oleh politik kekuasaan mentah, pola pikir menang-kalah atau zero-sum thinking, serta konfrontasi. Tren ini, katanya, secara perlahan mengikis fondasi sistem internasional yang seharusnya bersifat kooperatif.

    “Semangat kebrutalan dan kekejaman kini sedang melanda politik internasional,” tambahnya secara blak-blakan.

    Multilateralisme Harus Dipertahankan

    Meski situasi geopolitik memanas, Steinmeier menegaskan bahwa meninggalkan kerja sama multilateral merupakan langkah keliru. Ia memperingatkan bahwa penarikan diri dari PBB akan menjadi tindakan yang picik dan fatal.

    Namun, kata Steinmeier, PBB memang perlu berubah. Badan dunia itu harus menjadi lebih efisien dan efektif serta mampu memberikan hasil yang lebih baik dibanding para pemimpin otoriter yang mengejar kekuasaan absolut.

    Fokus Pada Struktur Dewan Keamanan

    Tuntutan reformasi PBB bukan isu baru, namun urgensinya kian mencuat setelah serangkaian konflik besar yang gagal diredam oleh badan dunia tersebut. Struktur Dewan Keamanan PBB—termasuk hak veto yang dimiliki lima anggota tetap—sering disebut sebagai sumber kebuntuan politik.

    Hak istimewa tersebut kerap membuat PBB mengalami kelumpuhan saat harus mengambil keputusan tegas terkait pelanggaran hukum internasional, terutama jika konflik melibatkan kepentingan langsung negara-negara besar.

    Kritik seperti yang dilontarkan Steinmeier mencerminkan kekhawatiran bahwa tanpa reformasi struktural, PBB berisiko kehilangan relevansinya dan berubah menjadi lembaga formalitas semata. Krisis kepercayaan ini, menurutnya, memicu kekhawatiran kembalinya era geopolitik yang anarkis, di mana hukum internasional tidak lagi dihormati dan stabilitas dunia ditentukan oleh kekuatan militer serta ekonomi negara adidaya.

  • Jumhur: Peluang Bisnis Pengolahan Sampah Jadi Energi Terbuka di 480 Kabupaten/Kota

    Jumhur: Peluang Bisnis Pengolahan Sampah Jadi Energi Terbuka di 480 Kabupaten/Kota

    Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan peluang bisnis untuk mengubah sampah menjadi energi masih sangat luas di Indonesia. Proyek waste to energy yang sedang digarap pemerintah baru menjangkau puluhan daerah, sementara ratusan kabupaten dan kota lain belum tersentuh.

    Pernyataan itu disampaikan Jumhur pada acara Investor Daily Roundtable bertajuk “Green is the New Growth: Orkestrasi Pengelolaan Lingkungan dan Pembiayaan Hijau untuk Pembangunan” di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/6/2026).

    Jangkauan Proyek Saat Ini

    Menurut Jumhur, inisiatif waste to electricity yang dikembangkan bersama berbagai pihak saat ini mencakup sekitar 34 kawasan aglomerasi atau sekitar 70 kabupaten/kota.

    “Itu meng-cover kira-kira 34 aglomerasi, sekitar 70-an kabupaten kota. Sementara itu, kita masih punya sekitar 480 kabupaten kota yang belum tersentuh oleh proyek waste to electricity,” ujarnya.

    Ragam Teknologi dan Produk Energi

    Jumhur menegaskan pemanfaatan sampah tidak hanya untuk pembangkitan listrik secara langsung. Berbagai teknologi dapat mengolah sampah menjadi produk energi yang bernilai ekonomi.

    Ia menyebut contoh-contoh hasil pengolahan seperti refuse-derived fuel (RDF), biomassa, bahan bakar setara solar, hingga pelet energi untuk kebutuhan co-firing di pembangkit listrik.

    “Waste to energy itu banyak sekali. Dari sampah menjadi RDF, dari sampah menjadi solar, dari sampah menjadi biomassa, dari sampah menjadi pelet-pelet untuk co-firing dan sebagainya. Itu semua adalah energi,”

    Permintaan Pasar dan Komitmen Pembeli

    Kementerian Lingkungan Hidup sudah berkomunikasi dengan PT PLN (Persero) dan pihak industri terkait pemanfaatan produk energi dari sampah. Dari pembicaraan tersebut terdapat komitmen calon pembeli untuk menyerap produk selama memenuhi standar kualitas.

    “Kita sudah berkomunikasi dengan PLN dan pihak industri. Mereka meminta kami menyiapkan berbagai hasil pengolahan sampah yang bisa menjadi energi dan siap untuk dibeli,” kata Jumhur.

    Potensi Investasi dan Dampak Sosial

    Jumhur menilai potensi pasar yang besar membuka peluang investasi di sektor pengelolaan sampah. Pengembangan industri ini dinilai berpotensi menciptakan lapangan kerja hijau sekaligus mendukung pengurangan pencemaran lingkungan.

    “Potensi bisnisnya masih sangat besar karena masih ada ratusan kabupaten dan kota yang bisa dikembangkan. Ini juga akan menciptakan green jobs dan menghasilkan pengelolaan lingkungan yang lebih bersih,” ujarnya.

    Waktu Pembangunan dan Implementasi Teknologi

    Ia menjelaskan pembangunan fasilitas waste to electricity umumnya membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 tahun. Namun, berbagai teknologi pengolahan sampah lainnya dapat segera diterapkan tanpa harus menunggu selesainya pembangkit listrik.

    “Banyak hal yang bisa dimulai sekarang. Tidak harus menunggu fasilitas waste to electricity selesai dibangun,” pungkasnya.

  • Phintraco: BBRI Pimpin Yield Dividen Bank Besar, BBCA Tertinggal

    Phintraco: BBRI Pimpin Yield Dividen Bank Besar, BBCA Tertinggal

    Riset terbaru dari Phintraco Sekuritas menunjukkan perbedaan profil laba dan imbal hasil dividen di antara bank-bank besar Indonesia. Meski BBCA masih memimpin dari sisi laba bersih, beberapa pesaing diproyeksikan menawarkan yield dividen yang lebih tinggi.

    Hingga Mei 2026, Phintraco melaporkan BBCA mencatat laba bersih terbesar sebesar Rp25 triliun. Namun, pertumbuhan laba tertinggi justru dicapai Bank Mandiri (BMRI) sebesar 18,6%, disusul BRI (BBRI) 9,5% dan BNI (BBNI) 7,1%. BBCA hanya mencatat kenaikan laba 2,1% dalam periode yang sama.

    Perkembangan Kredit dan Tantangan Industri

    Phintraco mencatat kredit masih tumbuh kuat hingga Mei 2026. “Sementara itu, sampai Mei 2026, kredit masih kuat, di mana pertumbuhan tertinggi dicetak BBNI 24,5%, BMRI 20,6%, BBRI 12,2%, dan BBCA 4,9%. Secara industri, pertumbuhan kredit mencapai 11,5%,” tulis Phintraco.

    Ke depan, broker tersebut memperingatkan sejumlah tekanan yang berpotensi menekan margin perbankan, antara lain pengetatan likuiditas, kenaikan biaya dana, dan persaingan ketat dalam merebut dana pihak ketiga (DPK).

    Valuasi, Harga Wajar, dan Imbal Hasil Dividen

    Dalam analisis valuasi, Phintraco menyebutkan rasio PBV (price-to-book value) bank-bank besar masih berada di bawah rata-rata lima tahunan. Saat ini PBV BBCA tercatat 2,5 kali, BBRI 1,3 kali, BMRI 1,1 kali, dan BBNI 0,7 kali.

    Meski begitu, beberapa emiten menawarkan yield dividen yang relatif menarik. Berdasarkan riset tersebut, BBRI memiliki yield dividen tertinggi sebesar 12,2%, diikuti BBNI 10,5%, BMRI 9,1%, dan BBCA 5,3%.

    Phintraco juga mengestimasikan harga wajar saham keempat bank besar itu: BBCA Rp10.075 (potensi kenaikan 70%), BMRI Rp5.700 (35,7%), BBNI Rp5.200 (46%), dan BBRI Rp4.280 (50%).

    Phintraco memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada pada kisaran 8-10%, didukung oleh kondisi ekonomi dan kebijakan fiskal yang ekspansif, serta program prioritas pemerintah dan dorongan investasi Danantara sebagai katalis.

  • WhatsApp Buka Reservasi Username Untuk 3 Miliar Pengguna

    WhatsApp Buka Reservasi Username Untuk 3 Miliar Pengguna

    WhatsApp membuka opsi bagi sekitar tiga miliar penggunanya untuk memesan nama pengguna (username) unik. Fitur ini dimaksudkan agar pengguna dapat saling terhubung tanpa harus saling membagikan nomor telepon pribadi.

    Perusahaan menyatakan proses reservasi username telah dimulai sejak awal pekan ini dan fitur tersebut direncanakan berfungsi penuh serta diterapkan secara luas pada akhir tahun ini.

    Cara Kerja Username

    Alice Newton-Rex, Head of Product WhatsApp, menjelaskan username memberi kontrol lebih besar atas nomor telepon pengguna. Menurutnya, mekanisme ini berguna saat berinteraksi dengan kontak baru atau saat bergabung ke grup obrolan.

    Newton-Rex mengatakan, “Saat Anda bertemu orang baru—apakah itu teman sekelas, tetangga, atau seseorang di sebuah acara—membagikan nomor telepon terkadang terasa seperti langkah yang terlalu jauh.”

    Berbeda dengan sistem profil publik, fitur username WhatsApp dirancang untuk menjaga privasi. Pengguna tidak bisa mencari daftar username secara acak di dalam aplikasi; untuk memulai kontak, seseorang harus mengetahui username yang dituju secara tepat.

    Perlindungan Dari Penipuan dan Impersonation

    Untuk mengurangi risiko penipuan dan peniruan identitas (impersonation), WhatsApp mengatakan telah memesan dan mengamankan username yang sama dengan pemilik akun Facebook dan Instagram selama masa reservasi.

    Perusahaan juga menyebut akan memproteksi secara permanen sejumlah username penting milik tokoh publik, selebritas, dan lembaga pemerintah agar tidak disalahgunakan pihak lain.

    Newton-Rex menegaskan tujuan fitur ini: “Kami menganggap fitur ini sukses jika Anda merasa lebih aman di WhatsApp, merasa nomor telepon Anda tetap privat, dan Anda bisa merasa percaya diri untuk terhubung dengan orang baru jika Anda mau.”

    Latar Belakang Privasi WhatsApp

    Sejak diakuisisi oleh Meta pada 2014, WhatsApp terus berkembang dari aplikasi pesan sederhana menjadi platform komunikasi global yang menekankan keamanan data. Salah satu langkah besar sebelumnya adalah penerapan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) secara menyeluruh pada 2016.

    Meskipun demikian, penggunaan nomor telepon sebagai identitas utama akun selama ini kerap dianggap sebagai celah privasi. Nomor yang tersebar dapat memicu panggilan spam, pemasaran tanpa izin, hingga ancaman penguntitan (stalking).

    Dengan memperkenalkan username, WhatsApp berharap memberi alternatif identitas yang lebih privat bagi penggunanya tanpa mengubah cara dasar aplikasi bekerja.

  • Menteri Lingkungan Hidup Umumkan Peluncuran SRUK 9 Juli untuk Perkuat Perdagangan Karbon

    Menteri Lingkungan Hidup Umumkan Peluncuran SRUK 9 Juli untuk Perkuat Perdagangan Karbon

    Kementerian Lingkungan Hidup berencana meluncurkan Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK) pada 9 Juli 2026 sebagai langkah memperkuat tata kelola dan ekosistem perdagangan karbon di dalam negeri.

    Sistem registrasi itu nantinya akan terkoneksi dengan Bursa Karbon Indonesia di Bursa Efek Indonesia sehingga proses pencatatan dan perdagangan unit karbon diharapkan menjadi lebih terintegrasi.

    Jumhur Hidayat, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), menyampaikan hal tersebut saat berbicara pada acara bertajuk “Green is the New Growth: Orkestrasi Pengelolaan Lingkungan dan Pembiayaan Hijau untuk Pembangunan” di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/6/2026).

    “Kita tanggal 9 Juli akan meluncurkan namanya SRUK, Sistem Registrasi Unit Karbon. Nah itu nanti kemudian akan jadi koneksi dengan bursa karbon,”

    Menurut Jumhur, SRUK akan berfungsi sebagai basis pencatatan seluruh unit karbon sebelum masuk ke mekanisme perdagangan di bursa. Pemerintah ingin perdagangan karbon tidak sekadar aktivitas jual-beli kredit, melainkan juga memberi manfaat nyata bagi mitigasi perubahan iklim, adaptasi, dan kesejahteraan masyarakat setempat.

    Skema Benefit Sharing Untuk Masyarakat

    Pemerintah sedang menyusun skema benefit sharing agar masyarakat yang memelihara kawasan dengan potensi karbon tinggi menerima manfaat langsung dari perdagangan karbon.

    “Misalnya ada bidang hutan yang punya nilai karbon yang baik kemudian diperdagangkan, pertanyaannya sekarang siapa penerima manfaat. Kami mendorong penerima manfaat itu harus mereka yang layak, karena merekalah yang menjaga dan melindungi kawasan tersebut,”

    Jumhur menegaskan keterlibatan serta penghargaan terhadap masyarakat lokal dapat meningkatkan daya saing karbon Indonesia di pasar internasional. Ia menambahkan bahwa penghargaan yang lebih besar bagi masyarakat lokal berimplikasi pada harga karbon yang lebih baik.

    “Semakin kita menghargai masyarakat lokal, semakin kita menghargai orang yang tinggal di situ, maka mereka menghargai harga lebih tinggi. Semakin kita cuek, semakin direndahkan harga karbon kita,”

    Perbaikan Mekanisme Perdagangan Karbon

    Selain menyiapkan SRUK, pemerintah terus menyempurnakan mekanisme perdagangan karbon, termasuk pasar primer dan transaksi business to business (B2B). Meski perdagangan karbon di Indonesia sudah berlangsung, kapitalisasi pasarnya masih relatif kecil sehingga pengembangan terus didorong.

    Peluncuran SRUK diharapkan memberi dampak pada terciptanya sistem perdagangan karbon yang lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi dengan Bursa Karbon Indonesia, sekaligus memperkuat pasar karbon nasional dan mendukung target pengendalian perubahan iklim.

  • Rupiah Tergelincir ke Rp17.900, Penyebab dan Proyeksi Analis

    Rupiah Tergelincir ke Rp17.900, Penyebab dan Proyeksi Analis

    Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Selasa (30/6/2026). Mata uang Garuda turun 57 poin atau 0,32% ke level Rp17.908 per dolar AS, dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat.

    Penguatan dolar terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, mendorong aliran modal menuju aset berbasis dolar dan menekan mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.

    Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mengatakan tekanan pada rupiah pada perdagangan pagi ini lebih banyak disebabkan faktor eksternal dibandingkan perubahan fundamental domestik.

    “Penguatan dolar AS terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Kondisi ini membuat investor kembali memburu aset berbasis dolar,” ujar Fakhrul.

    Fakhrul menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih relatif solid. Ia menyatakan sejumlah indikator makroekonomi tetap terjaga sehingga pelemahan rupiah lebih mencerminkan penyesuaian ekspektasi pasar ketimbang memburuknya kondisi ekonomi nasional.

    “Belum terdapat perubahan fundamental yang signifikan. Justru beberapa indikator makro Indonesia masih relatif terjaga. Karena itu, pelemahan yang terjadi lebih merupakan penyesuaian ekspektasi pasar,” katanya.

    Tekanan Diyakini Sementara

    Meski demikian, tekanan terhadap rupiah diperkirakan bersifat sementara. Fakhrul mengatakan setelah arah kebijakan moneter The Fed semakin jelas dan keyakinan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia kembali menguat, rupiah berpeluang menguat kembali.

    Menurut dia, ekspektasi tetap menjadi pendorong utama pergerakan nilai tukar. Saat ketidakpastian global mereda, tekanan terhadap rupiah diharapkan berangsur berkurang.

    “Secara keseluruhan, peluang penguatan rupiah masih terbuka setelah fase penyesuaian ekspektasi ini berlalu,” ujarnya.

    Outlook Jangka Pendek

    Fakhrul memperkirakan volatilitas nilai tukar akan tetap tinggi dalam jangka pendek. Pergerakan rupiah dipengaruhi rilis data ekonomi AS, pernyataan pejabat The Fed, serta respons kebijakan ekonomi dari dalam negeri.

    Untuk perdagangan hari itu, ia memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS, dengan peluang penutupan pada rentang Rp17.880–Rp17.920 per dolar AS, bergantung pada perkembangan sentimen global sepanjang sesi perdagangan.

  • Asing Borong TPIA Meski Net Sell Di Bursa Capai Rp699,8 Miliar

    Asing Borong TPIA Meski Net Sell Di Bursa Capai Rp699,8 Miliar

    Perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/6/2026), mencatat arus modal asing yang cenderung keluar dengan nilai jual bersih mencapai Rp 699,8 miliar.

    Meski demikian, investor asing melakukan aksi beli pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), menandai pembelian selektif di tengah tekanan pasar.

    Berdasarkan data BEI yang dikompilasi Stockbit Sekuritas, asing membukukan net buy saham TPIA senilai Rp 61,2 miliar jika dihitung berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volume pembelian tercatat sebesar 36,5 juta saham.

    Aksi beli tersebut berlangsung saat harga saham TPIA justru melemah. Sampai akhir sesi I, saham TPIA turun 2,34% ke level Rp 1.670 per saham.

    Pergerakan harga tersebut membuat kinerja TPIA dalam jangka lebih panjang masih negatif: dalam sebulan terakhir saham ini turun 6,4%, sementara sejak awal tahun (year to date) tercatat turun 76%.

    Aktivitas Perdagangan

    Data Bursa mencatat total 221,5 juta saham TPIA telah diperdagangkan pada sesi I dengan frekuensi mencapai 31,6 ribu kali. Nilai transaksi untuk saham ini mencapai Rp 370,8 miliar.

    Perdagangan hari ini berbalik arah dibandingkan sesi sebelumnya. Pada perdagangan Senin (29/6/2026), asing tercatat melakukan net sell pada saham TPIA sebesar sekitar Rp 16 miliar.

    Net sell asing di indeks lebih besar, namun mereka tetap melakukan pembelian selektif pada saham TPIA.